Showing posts with label Palestine(NEW). Show all posts
Showing posts with label Palestine(NEW). Show all posts

Saturday, November 12, 2011

Laporan PBB: Israel Harus Tamatkan Sekatan ke Atas Gaza


Sebuah laporan Pertubuhan Bangsa-Bangsa Bersatu telah
mengesahkan bahawa sekatan Israel ke atas tebing Gaza yang semakin
dibelenggu kemiskinan adalah salah di sisi undang-undang dan menuntut ia ditamatkan secara serta-merta.
Hal ini diketengahkan dalam laporan ke-43 yang telah dikemukakan dalam perhimpunan agung Pertubuhan Bangsa-Bangsa Bersatu (PBB) pada sesi ke-66 oleh jawatankuasa khas yang ditugaskan untuk menyiasat dan melaporkan tentang pencorobohan Israel terhadap rakyat Palestin di wilayah yang mereka duduki.
Laporan tersebut menerangkan dengan panjang lebar sekatan yang dikenakan oleh Israel ke atas Gaza dan kesan-kesannya ke atas pendidikan, kesihatan, perumahan, pekerjaan, dan pertumbuhan sejagat.
Ia mengutuk tindakan Israel terhadap Gaza sebagai hukuman besar-besaran terhadap orang awam, dan melanggar undang-undang kemanusiaan antarabangsa, disamping menambah bahawa Israel juga melanggar kewajipannya dalam undang-undang antarabangsa hak asasi
manusia.
Jawatankuasa itu mendesak Israel untuk menamatkan sekatan yang menyalahi undang-undang ke atas Gaza tersebut dan memastikan kemasukan makanan, ubat-ubatan dan lain-lain keperluan penting yang tetap dan mencukupi sejajar dengan resolusi 1860 yang telah dikeluarkan oleh majlis keselamatan PBB pada tahun 2009.
Jawatankuasa itu juga menggesa Israel untuk menamatkan sekatan ke atas aktiviti perikanan dalam perairan wilayah Gaza dan membenarkan nelayan Palestin untuk belayar sejauh 20 batu nautika di laut mengikut Perjanjian Oslo yang ditandatangani pada tahun 1994.
Jawatankuasa tersebut mengesyorkan di dalam laporannya supaya majlis keselamatan dan Perhimpunan Agung PBB mempertimbangkan untuk mengenakan sekatan terhadap kerajaan Israel sekiranya negara itu tetap bertegas menolak untuk bekerjasama dengan badan-badan Pertubuhan Bangsa-Bangsa Bersatu (PBB) dan menghormati resolusi mereka.

Baca Seterusnya - Laporan PBB: Israel Harus Tamatkan Sekatan ke Atas Gaza

Read more...

Al Fatihah: Perginya Syeikh Muhammad Najar, Tokoh Gerakan Islam Palestin



Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rooji’un, pada Jumaat (11/11/2011) Haji Muhammad Abdu Khattab An-Najjar, salah seorang tokoh penting dan pengasas Jamaah Ikhwanul Muslimin di Palestin telah meninggal dunia pada usianya yang menghampiri 84 tahun.
Haji Muhammad Abdu Khattab An-Najjar, atau lebih dikenali dengan panggilan Haji Najjar meninggal dunia setelah sekian lama menderita sakit di Hospital Gaza Eropa di Khan Yunis.
Haji Najjar dilahirkan pada 1927 di Khan Yunis. Beliau merupakan generasi awal pimpinan IM di Gaza sejak tahun 1950. Bersama Syeikh Imam Ahmad Yasin, mereka mendirikan IM sekembali dari perang 1967.
Haji Najjar hanya belajar melalui para masyayikh namun demikian beliau seorang da’i yang aktif memberikan pengajian dan ceramah dari masjid ke masjid di Jalur Gaza.
Haji Najjar memiliki 9 orang anak, 5 lelaki dan 4 orang perempuan.
Mursyid Am IM Mesir, Dr. Muhammad Badi menyampaikan ucapan takziah kepada rakyat Arab, dunia Islam dan Ikhwanul Muslimin di seluruh penjuru dunia serta kepada rakyat Palestin atas pemergian Syeikh Muhammad Najar.
Dr. Muhammad Badi menjelaskan, Syeikh Najar merupakan tokoh yang hidupnya penuh dengan perjuangan dan pengorbanan demi membela rakyat Palestin dan permasalahannya, mendukung perjuangan, membela persoalan umat Arab dan Islam seluruhnya.
Sementara itu, Perdana Menteri Palestin, Ismail Haniyah bercerita bahawa keputusan-keputusan terkini dan perkembangan terbaru dalam sejarah gerakan Islam banyak dilakukan di rumah Syeikh Najar. Bahkan pertemuan besar antara gerakan Islam dan jamaah ikhwan diadakan di rumah beliau. “Syaikh Najar merupakan seorang tokoh yang tawadhu’, banyak membina kader dan menjadi pembimbing bagi mereka,” ungkap Haniyah.

Baca Seterusnya - Al Fatihah: Perginya Syeikh Muhammad Najar, Tokoh Gerakan Islam Palestin

Read more...

Friday, August 12, 2011

MESIR - Ikhwan Lancarkan Ikhwan Cinema

Dalam usaha mengkempenkan ideologi Ikhwan secara santai dan tidak formal, sekelompok anak muda anggota Ikhwanul Muslimin melancarkan halaman hiburan di laman jejaring sosial Facebook bertajuk "Ikhwan Cinema" yang saat ini telah memiliki hampir 9000 penggemar.



Ikhwan Cinema memposting komedi satir yang meliputi filem pendek dan filem-filem yang dimainkan oleh para pemuda Ikhwan sendiri.



Menurut admin halaman facebook ini Yasir Said, 'Ikhwan Cinema' dilancarkan agar dunia dapat melihat. Postingan di sini termasuk masalah yang mencakup berbagai-bagai topik termasuk perselisihan sektarian, hasutan dan revolusi sejarah yang berhasil menggulingkan rejim Mubarak dan korupsi. Halaman facebook ini juga mendedikasikan filem untuk para syuhada dan korban revolusi Mesir.



Ikhwan Cinema didedikasikan untuk membuat seni yang bermakna, dan menawarkan perspektif yang menyenangkan secara informal dan informatif tentang Ikhwan. Admin halaman grup Facebook ini mengatakan mereka bertujuan mengubah projek virtual mereka untuk satu tindakan nyata, mengutip adanya dukungan Jamaah Ikhwan dari unit teater dan seni yang telah didirikan.



Filem-filem yang dihasilkan oleh halaman Facebook ini termasuk "Bagaimana Ini Boleh Terjadi" sebuah filem yang membahas alasan konflik sektarian di Mesir, "Tidak Cukup" filem lain yang mengecam tentang rasuah, "Sebuah Perjalanan Memancing" didedikasikan untuk jiwa-jiwa para syuhada revolusi, "Sebuah Mata Buta" yang berusaha untuk menghilangkan sektarianisme, "Ya, moderat" filem seruan untuk moderasi dan mencela ekstremisme. (fq/ikhwanweb)




sumber

Baca Seterusnya - MESIR - Ikhwan Lancarkan Ikhwan Cinema

Read more...

Sunday, June 26, 2011

Hamas : Hanya Tukaran Tahanan Dapat Bebaskan Shalit

Hamas menegaskan bahaw aaskar Israel Gilad Shalit yang ditangkap pejuang Palestin hanya akan dibebaskan dalam kesepakatan pertukaran tahanan, selain menuduh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bertanggung jawab atas kegagalan pertukaran tawanan yang sepatutnya dilakukan.



Pernyataan itu muncul pada saat beberapa demo berlangsung di selatan Israel dari wilayah pendudukan 1948 Palestin, untuk menandai lima tahun sejak penangkapan Shalit dan bersamaan dengan ancaman Netanyahu untuk mempersulit kondisi warga Palestin yang ditahan di penjara-penjara Israel.



Dalam pernyataan yang disiarkan Sabtu lalu (25/6), Hamas meminta organisasi hak asasi manusia untuk segera memobilisasi tindakan dalam melindungi para tahanan Palestin yang berada di dalam tahanan Israel dan melakukan tekanan terhadap pemerintah pendudukan untuk membebaskan mereka segera.




sumber

Baca Seterusnya - Hamas : Hanya Tukaran Tahanan Dapat Bebaskan Shalit

Read more...

MESIR - Lagi Parti Baru oleh Ahli Ikhwan

Beberapa anggota jamaah Ikhwanul Muslimin Mesir, termasuk tokoh senior terkemuka, memutuskan untuk membentuk partai politik baru hari Minggu kemarin (26/6), yang langkah ini semakin memperlihatkan retakan lebih lanjut dalam kelompok Islam yang paling berpengaruh yang diharapkan menjadi pesaing paling tangguh dalam pemilu Mesir mendatang.



Ikhwanul Muslimin adalah kelompok oposisi yang paling kuat dan terorganisir sebelum Presiden Hosni Mubarak digulingkan pada 11 Februari lalu dalam pemberontakan rakyat. Ikhwan diperkirakan akan menang besar dalam pemilihan parlemen yang ditetapkan berlangsung pada bulan September.



Tapi gerakan ini juga menghadapi tantangan baru pasca-revolusioner Mesir, dimana keterbukaan politik menjadi banyaknya perbedaan dalam kelompok Islam ini. Beberapa faksi - paling akhir beberapa anggota muda Ikhwan - telah memisahkan diri untuk membentuk partai baru yang akan menjadi saingan bagi Partai Kebebasan dan Keadilan, sayap politik resmi Ikhwan.



Ikhwan sendiri cukup khawatir dengan maraknya gerakan-gerakan sempalan dan telah mengancam akan mengusir anggota yang bergabung dengan partai lain diluar bentukan Ikhwan dan telah memecat keluar seorang anggota terkemuka Ikhwan yang memutuskan untuk mencalonkan diri sebagai calon presiden Mesir.



Partai pecahan terbaru yang dipelopori oleh beberapa anggota yang disebut kamp reformsi Ikhwan, diumumkan Minggu kemarin (26/6) di mana mereka membentuk sebuah blok terpisah yang disebut al-Riyada, Arab untuk Pionir.



Pandangan partai baru ini menganggap Islam sebagai dasar kebudayaan Mesir, tapi tidak dalam politiknya, kata Khalid Dawud, seorang tokoh senior Ikhwan yang sekarang menjadi ujung tombak al-Riyada. "Budaya Mesir adalah Islam, mengapa kita perlu bersusah payah?" kata Dawud kepada The Associated Press.



Ikhwan sendiri sebaliknya, berbaris di bawah bendera "Islam adalah solusi" dan memandang Syariah Islam dilihat sebagai dasar dari masyarakat.



Dawud mengkritik Ikhwan karena tidak membuat pemisahan yang jelas antara misi jamaah sebagai organisasi dakwah Islam dan partai politik. Dia juga mengkritik apa yang disebut praktik tidak demokratis dalam jamaah.



"Bagaimana anda menunjuk nama pemimpin partai sebelum Anda melakukan pemilihan internal?" tanyanya, merujuk pada penunjukkan kepemimpinan partai.



Dawud awalnya bergabung dengan Ikhwan pada 1970-an sebagai bagian dari generasi muda Islam pada saat kelompok itu sangat lemah oleh tindakan keras pemerintah di bawah Presiden Gamal Abdel Nasser, yang mengirim ribuan anggota Ikhwan ke penjara dan mengeksekusi pemimpin puncaknya.



Seorang anggota terkemuka Ikhwan, Abdul-Munim Abul-Futtuh, telah mengumumkan rencananya untuk mencalonkan diri untuk pemilihan presiden mendatang, melanggar keputusan Ikhwan yang tidak mencalonkan capres. Abul-Futuh sendiri telah dipecat karena melanggar aturan jamaah.



Abul-Futtuh dianggap merupakan wajah yang paling moderat dari Ikhwan. Dalam banyak tulisannya, ia telah menyatakan bahwa cadar tidak sebagai pakaian Islami melainkan pakaian tradisional seperti Sari di India, lebih dari identitas nasional dari kewajiban agama. Dia juga mendukung hak-hak kelompok apapun di Mesir bahkan ateis.(fq/ap)


sumber

Baca Seterusnya - MESIR - Lagi Parti Baru oleh Ahli Ikhwan

Read more...

Tuesday, June 7, 2011

Tentera Zionis bunuh 23 orang di sempadan Syria


PARA penunjuk perasaan bertempiaran lari apabila tentera Zionis melepaskan gas pemedih mata semasa mereka berhimpun di sepanjang sempadan Syria dan Israel. Sebilangan mereka bertindak nekad dengan memotong pagar kawat untuk memasuki Bukit Golan yang dikuasai Zionis, mendorong tentera (gambar kecil) menembak mati 23 daripada mereka. – AFP


BAITULMAQDIS 6 Jun – Televisyen kerajaan Syria berkata, 23 orang terbunuh dan kira-kira 350 lagi cedera akibat tembakan Israel, dengan kesemua mangsa berada di kawasan sempadan sebelah Syria.



Kejadian itu berlaku semasa protes besar-besaran di sepanjang garisan gencatan senjata Israel-Syria.



Ratusan penunjuk perasaan dari Syria semalam cuba memanjat pagar berduri di kawasan sempadan untuk masuk ke Bukit Golan yang diduduki rejim Yahudi, mendorong askar Israel melepaskan tembakan yang menyebabkan kematian dan kecederaan.



Protes itu diadakan bagi memperingati hari ulang tahun Perang Enam Hari 1967 apabila Israel menawan Bukit Golan dan wilayah Palestin.



Bagaimanapun tentera Israel mendakwa hanya 10 orang maut, kesemuanya terbunuh apabila beberapa periuk api Syria meletup disebabkan bom petrol yang dibaling oleh penunjuk perasaan.



“Kami sedar kira-kira 10 kematian semalam berpunca daripada penggunaan bom petrol yang terkena periuk api Syria di kawasan Quneitra,” kata jurucakap tentera Israel, Leftenan Kolonel Avital Leibovitz.



Beliau tidak menyatakan bagaimana tentera Israel boleh mengesahkan angka kematian.



Sementara itu di Syria, polis hari ini menghalang penunjuk perasaan daripada berarak menghampiri sempadan dengan Bukit Golan.



Polis mendirikan dua sekatan, satu terletak kira-kira lima kilometer dan satu lagi satu kilometer dari sempadan.



Mereka mengarahkan penunjuk perasaan supaya beredar, dalam usaha untuk mencegah insiden semalam daripada berulang. – AFP/AP




sumber

Baca Seterusnya - Tentera Zionis bunuh 23 orang di sempadan Syria

Read more...

Monday, June 6, 2011

Israel Lakukan Penangkapan 370 Warga Palestina Selama Mei 2011


Sebuah laporan yang dibuat oleh kementerian urusan tahanan Gaza mengatakan 370 warga Palestina telah ditangkap dalam penggerebekan di wilayah Palestina pada Mei 2011.



Mereka yang ditangkap termasuk 40 anak-anak di bawah umur, lima perempuan, dua anggota Dewan Legislatif Palestina, dan 20 aktivis asing pro-Palestina.



Kota Al-Khalil di Tepi Barat selatan merupakan fokus utama penangkapan, dengan lebih dari 75 dari penduduk setempat yang ditangkap di wilayah itu.



Juga bulan lalu, warga Palestina ditahan di enam penjara Israel mengumumkan mereka melakukan aksi mogok makan dalam upaya untuk menentang kebijakan umum mengisolasi tahanan yang dilakukan oleh Dinas Penjara Israel (IPS), tulis laporan dari Riyadh al-Ashkar, direktur media kementerian urusan tahanan.



Pada bulan Mei juga isolasi terhadap kepala Front Perlawanan Rakyat Ahmad Saadat diperpanjang sampai enam bulan setelah dia menghabiskan dua tahun terakhir dalam penjara.



Laporan bulanan ini menambahkan bahwa file medis dari beberapa tahanan di rumah sakit penjara Ramle telah ditutup bulan itu, dan pengobatan mereka telah dihentikan oleh Dinas Penjara Israel (IPS).



IPS juga gagal untuk menghormati putusan pengadilan mengenai tahanan, pada saat belum menerapkan putusan oleh Mahkamah Agung Israel yang memungkinkan seorang wanita yang dipenjara untuk menelepon keluarga mereka di Yordania. (fq/pic)


sumber

Baca Seterusnya - Israel Lakukan Penangkapan 370 Warga Palestina Selama Mei 2011

Read more...

Tuesday, May 31, 2011

Kabinet Israel dalam perbincangan merancang rampasan tanah


Rabu, 01/06/2011 – Israel akan membincangkan minggu depan rancangan jangka panjang yang direka untuk menuntut tanah di padang pasir Negev, lapor Ynet Israel. Ynet berkata bahawa ia telah belajar bahawa jika rancangan tersebut diluluskan, Arab Badwi akan memperoleh pemilikan blok besar menyediakan tanah perumahan di bandar-bandar tetap yang akan diakui oleh negara Israel.



Tanah itu dianggarkan berjumlah 200,000 ekar, sedangkan Arab Badwi telah memiliki 1.1 juta ekar tanah di padang pasir.



sumber


Baca Seterusnya - Kabinet Israel dalam perbincangan merancang rampasan tanah

Read more...

Kerajaan Gaza gesa pinggirkan rejim Zionis secara politik



Selasa, 31/05/2011 - Kerajaan Palestin pimpinan Perdana Menteri, Ismail Haneyya yang mentadbir di Gaza menggesa komuniti antarabangsa supaya mengasingkan rejim Zionis kerana sikap perkauman yang diamalkannya sehingga menyebabkan harapan untuk membina penempatan bersama menemui jalan buntu.



Jurucakap kerajaan tersebut, Taher al-Nunu berkata dalam satu kenyataan pada hari Rabu lepas ucapan terbaru Netanyahu di hadapan Kongres Amerika Syarikat penuh dengan cerita bohong dan menghapuskan sebarang harapan yang menjadi tunggak kepada proses perdamaian.



Menurutnya lagi, Netanyahu cuba untuk membakar api kemarahan para pemimpin Palestin sehingga membelakangkan perpaduan Negara dan sebagai cubaan mereka-reka pendapat masyarakat antarabangsa.




sumber

Baca Seterusnya - Kerajaan Gaza gesa pinggirkan rejim Zionis secara politik

Read more...

Monday, May 30, 2011

Gaza kembali bernafas




RAFAH, 29 Mei 2011 - Keputusan Mesir membuka sempadan Rafah yang menghubungkan negara itu dengan Genting Gaza memberi kelegaan kepada lebih 1.5 juta penduduk Palestin selepas lebih empat tahun kebebasan mereka disekat.



Pembukaan satu-satunya laluan ke dunia luar yang tidak bersempadan dengan Israel, Sabtu lalu, membolehkan penduduk Gaza bebas keluar dan masuk bagi menjalankan urusan harian.



Kira-kira 450 penduduk Gaza menyeberang ke Mesir pada hari pertama pembukaan itu dan jumlah pelawat harian itu dijangka meningkat sehingga tiga kali ganda.



Seorang penduduk Gaza, Rami Arafat, 52, adalah antara yang paling awal tiba di Rafah untuk keluar ke Kaherah dan menaiki kapal terbang untuk menghadiri perkahwinan anak perempuannya di Algeria, semalam.



“Kami hanya mahu bergerak seperti manusia biasa dan dilayan dengan bermaruah,” katanya.



Sementara itu, penuntut universiti, Khaled Halaweh, 28, lega selepas pembukaan itu membenarkannya menyambung pengajian sarjana di Universiti Iskandariah, Mesir.



“Sekatan ke atas Gaza bukan sahaja menjejaskan keupayaan perjalanan penduduk dan bara-ngan tetapi menyekat pemikiran kami,” katanya yang tidak keluar dari Gaza sejak tujuh tahun lalu.



Namun, Mesir masih meletakkan syarat lelaki Gaza berumur 18 hingga 40 tahun perlu mendapatkan pelepasan keselamatan sebelum dibenarkan menyeberang sempadan itu.



Pembukaan sempadan Rafah menunjukkan dasar baru kerajaan sementara Mesir selepas penggulingan bekas presiden, Hosni Mubarak yang juga sekutu kuat Israel.



Artikel asal:


http://www.sinarharian.com.my/sh/com/content/story9141116.asp



Baca Seterusnya - Gaza kembali bernafas

Read more...

Penentang YAMAN Kuasai 5 Wilayah



Pada saat kubu revolusioner mengambil alih sebagian besar provinsi di Yaman, pasukan pemerintah menewaskan sedikitnya tiga demonstran di kota selatan Taizz.



Sekitar 3.000 orang berkumpul di luar kantor polisi di Taizz, terletak 300 kilometer (186 mil) selatan ibukota Sana'a, pada hari Minggu kemarin (29/5) untuk menuntut pembebasan seorang pengunjuk rasa yang ditahan oleh polisi, AFP melaporkan.



Pasukan keamanan menembakkan peluru ke udara dalam upaya untuk membubarkan kerumunan demonstran, tapi kemudian peluru ditembakkan ke arah mereka ketika para demonstran menolak untuk membubarkan diri.



"Tiga demonstran tewas oleh tembakan polisi dan puluhan lainnya terluka, beberapa mengalami luka serius," kata seorang pejabat rumah sakit pada kondisi anonimitas.



Sementara itu, revolusioner Yaman mengatakan pasukan yang setia kepada Presiden Ali Abdullah Saleh telah kehilangan kendali atas lima provinsi, termasuk Mareb dan Saa'da.



Insiden ini datang pada saat terjadinya gencatan senjata antara pasukan Yaman yang setia kepada Presiden Ali Abdullah Saleh dan suku oposisi yang mulai berlaku pada hari Minggu kemarin.



Mediator kabilah Yaman mengatakan hari Sabtu bahwa pendukung Syaikh Sadeq al-Ahmar, pemimpin federasi kablilah Hashid, telah sepakat untuk meninggalkan bangunan publik di lingkungan kota al-Hasaba.



Perjanjian itu juga menyerukan untuk mengakhiri semua bentuk kehadiran pasukan bersenjata di seluruh distrik, dan menuntut loyalis Saleh untuk tidak menyerang kediaman Ahmar lagi.



Sementara itu, Ahmar - pendukung mantan Saleh - telah menuduh presiden mencoba untuk memicu "perang saudara" dalam upaya untuk tetap berkuasa.



Presiden Yaman telah berulang kali menolak menandatangani kesepakatan kekuasaan transisi yang akan membawa dirinya mengundurkan diri dengan imbalan kekebalan dari penuntutan hukum.



Menurut laporan setempat, ratusan demonstran anti-pemerintah telah tewas dan banyak lainnya terluka dalam bentrokan dengan polisi anti huru-hara dan angkatan bersenjata yang setia kepada presiden Yaman sejak demonstrasi anti-rezim dimulai pada akhir Januari lalu.(fq/prtv)



sumber
Baca Seterusnya - Penentang YAMAN Kuasai 5 Wilayah

Read more...

Tuesday, May 24, 2011

PM Palestin Terkena Serangan Jantung


Perdana Menteri Pihak Berkuasa Palestin (PA) Salam Fayyad mengalami serangan jantung ketika mengunjungi Amerika Syarikat dan sudah mulai kembali pulih di sebuah hospital Texas, kata seorang jurucakap PA Isnin lalu (23/5).



Fayyad, yang lahir pada tahun 1952, berada di Austin untuk menghadiri wisuda anaknya, Khalid, ketika dia berasa sakit dada yang kuat hari Minggu lalu, kata jurucakap perdana menteri, Jamal Zakout.



Fayyad, seorang perokok berat, menjalani tes yang menunjukkan adanya penyumbatan dalam arteri koroner, Zakout mengatakan. Fayyad menderita serangan jantung ketika di Seton Medical Center di Austin, kata jurucakap tersebut.



Dokter melakukan kateterisasi untuk membuka arterinya yang tersumbat tersebut, menambahkan bahawa Fayyad diharapkan dapat meninggalkan hospital dalam dua hari.



Fayyad memegang jawatan sebagai perdana menteri PA sejak tahun 2007. Dia diangkat setelah Presiden Palestin Mahmud Abbas memecat Perdana Menteri Ismail Haniyah dari Hamas, setelah pengambilalihan Jalur Gaza oleh Hamas.



Fayyad, seorang ahli politik bebas, yang berpusat di Tebing Barat. Fayyad boleh kehilangan jawatannya sebagai akibat dari perjanjian rekonsiliasi yang baru-baru ini terjadi antara Hamas dan gerakan Fatah.



Fayyad telah mengembangkan hubungan yang dekat dengan para pemimpin Barat, yang ingin dia tetap sebagai perdana menteri. (fq/ap)



Baca Seterusnya - PM Palestin Terkena Serangan Jantung

Read more...

Monday, May 16, 2011

PALESTIN - 150 Cedera di Ramallah


150 warga Tepi Barat, yang berada di Ramallah dan Al-Bireh terluka serius akibat tembakan pasukan Israel. Para tenaga medis di kota itu, mengalami kuwalahan untuk membantu mereka yang terluka, akibat tembakan gas air mata dan peluru karet pasukan Israel.



20 dari mereka terluka dalam kondisi kritis, 30 terkena tembakan, dan puluhan mengalami kesulitan bernapas yang parah setelah menghirup gas air mata, ujar sebuah sumber di rumah sakit Ramallah. Sementara itu, puluhan telah ditangkap oleh unit khusus Israel.



Saksi mata mengatakan bahwa bentrokan yang paling parah berlangsung di Kalandia persimpangan selatan Ramallah, pintu masuk utama yang menuju ke Yerusalem. Di mana terjadi baku tembak dan lemparan batu antara pasukan Israel dengan penduduk setempat.



Bentrokan kekerasan meletus, dan tentara Israel melepaskan tembakan terhadap para pengunjuk rasa rakyat Palestina.



Beberapa daerah di seluruh Tepi Barat meradang dengan Israel, yang menempatkan lebih dari sepuluh ribu tentara dan memberlakukan penjagaan ketat militer di Tepi Barat.



Puluhan ribu demonstran turun ke jalan pada hari Minggu di Ramallah untuk menandai ke-63 Hari Nakba, dan membawa bendera Palestina dan spanduk menekankan hak kembali bagi para pengungsi Palestina.



Pawai dimulai di makam almarhum Presiden Palestina Yasser Arafat dan menuju pusat kota Ramallah Manara Square, di mana upacara besar diselenggarakan.



sumber

Baca Seterusnya - PALESTIN - 150 Cedera di Ramallah

Read more...

Jom follow saye

Tetamu Baru Intifadhah V5

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP