Monday, August 29, 2011

Suasana Ramadhan di Dalam Penjara Israel

GAZA- Satu biji kurma mengawali buka puasa para tawanan di dalam penjara, ketika kebanyakan kaum muslimin berlumba menghidangkan makanan saat mereka berbuka puasa di bulan Ramadhan. Sejumlah orang menganggapnya hal tersebut adalah sangat sederhana, namun bagi tawanan Palestin semua itu hanyalah mimpi, di tengah-tengah kerasnya perlakuan warder penjara dan larangan masuknya makanan bagi para tawanan Palestin. Kalaupun ada makanan di kantin penjara, tapi harganya melambung tinggi dan dalambeberapa saat sahaja, kantin itu akan segera ditutup. Yang paling sulit adalah ketika para tawanan terpkasa menyantap makanan yang tak ada rasanya. Apalagi bagi seorang wanita. Selain itu, tawanan perempuan kerap kali diperiksa secara mendadak di tengah malam atau waktu-waktu solat dan buka puasa. Mereka terpaksa berbuka puasa tanpa kehadiran keluarga dan orang-orang yang dicintai.



Suasana Sepi



Suasana sepi mewarnai bulan Ramadhan. Seperti diungkapkan mantan tawanan Nahed Abdul Hadi Al-Suwaifiri, setelah ia dipindah-pindah dari satu penjara ke penjara lainya dan setelah ia ditahan selama 18 tahun di dalam gelapnya penjara Israel. Secara prinsip tawanan Palestin menyambut datangnya bulan Ramadhan dengan suka cita. Kerana Ramadhan adalah bulan puasa dan bulan Taqarrub pada Allah. Namun mereka kehilangan kesempatan untuk mendapatkan yang seharusnya mereka dapatkan, seperti makanan saat bersahur dan berbuka.



Satu biji kurma sangat sulit didapat bahkan mungkin telah habis pada bulan Ramadhan. Sepertinya para tawanan dilarang makan kurma sama sekali.



Sementara makanan yang disediakan pihak penjara sangat tidak cocok dengan lidah mereka, disamping yang menyediakannya adalah penjajah yang tentu sangat sulit bagi mereka menerimanya, juga kerana keadaan makanan tersebut sangat buruk.



Duduk Bersama



tekanan terhadap masalah keagamaan mereka tanpa alasan.Sesuatu yang biasa dilakukan warder penjara adalah dengan tiba-tiba melakukan pemeriksaan ke setiap kamar tawanan, teruatama di waktu-waktu solat dan buka bersama. Mereka melarang tawanan Palestin melakukan solat secara berjema’ah bahkan untuk duduk bersama-sama dilarang. Zionis tidak pernah menghormati sedikitpun. Mereka berupaya menggerecoki kehidapan para tawanan, walau kebanyakan dari mereka sudah menderita dengan tekanan-



Larangan Kunjungan



Diantara sikap yang paling menyedihkan adalah saat salah seorang tawanan dikunjungi pihak keluarga. Saat itu, waktunya hampir Maghrib. Tawanan sedang menikmati beberapa butir kurma bersama keluarganya dihalangi jeruji besi. Namun begitu, mereka merasa telah makan makanan bersama keluarganya di dalam penjara.



Ia mengatakan, saya telah tinggal di penjara selama 18 tahun. Tetapi yang paling berat bagiku adalah ketika pihak penjara melarang keluarganya berkunjung pada bulan Ramadhan. Sangat beza rasanya, ketika aku memakan satu butir kurma bersama tawanan lainya dengan memakan makan bersama keluarganya, walau dihalangi jeriji besi. Oleh kerana itu, sejumlah tawanan mengeluhkan tindakan penjara yang tidak memperbolehkan pihak keluarga, terutama pada bulan Ramadhan yang mulia ini. (asy)

0 comments:

Post a Comment

Jom follow saye

Tetamu Baru Intifadhah V5

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP